Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Debat terakhir tiga calon gubernur DKI Jakarta, Agus, Ahok dan Anies akan membicarakan tema kependudukan dan salah satu tantangan terbesar adalah kepadat penduduk ibu kota yang ‘semrawut dan macet’.

Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan akan berdebat terkait kependudukan termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pemberantasan narkotika, dan kebijakan untuk penyandang disabilitas.

Pakar kependudukan dari Universitas Indonesia, Sonny Harry Harmadi mengatakan padatnya penduduk Jakarta – yang saat ini mencapai 12.7 juta jiwa pada siang hari- merupakan salah satu tantangan terbesar karena menyangkut meningkatkan risiko kesehatan dan juga kriminalitas.

Sonny menyebut tiga hal kependudukan yang menjadi tantangan utama; migrasi, baik permanen atau yang nonpermanen, kepadatan penduduk, serta transportasi untuk mendukung mobilitas yang tinggi.

Baca juga: Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

‘Semrawut, stres, polusi, sakit, emosi’

“Kepadatan penduduk yang tinggi, ada risiko kesehatan dan penyakit, kriminalitas, kualitas lingkungan, kebutuhan perumahan dan infrastruktur,” kata Sonny kepada BBC Indonesia.

Sementara terkait migrasi atau perpindahan penduduk, Sonny menyebut migrasi yang terus masuk ke ibu kota merupakan salah satu penyebab semakin padatnya Jakarta dan mempengaruhi kualitas hidup penduduk Jakarta.

“Migrasi masuk ke ibu kota terus terjadi karena daya tarik upah yang tinggi, kesempatan pekerjaan dan pendidikan, success story,  tapi migrasi keluar juga tinggi karena biaya hidup terutama lahan yang mahal…migran ngakali harga tanah yang mahal dengan tinggal secara ilegal di permukiman kumuh,” tambahnya.

“Migran yang gagal tak mau pulang karena malu, jadi kriminal.. migrasi itu fenomena wajar, tapi jika masuk lebih besar dari keluar ya tambah padat, kalau padat dan tak teratur ya ada risiko, baik lingkungan maupun sosial, termasuk macet, semrawut, stres, polusi, sakit deh, emosi deh, kualitas hidup rendah.”

Pilkada Jakarta akan diselenggarakan pada Selasa 15 Februari, dengan tiga hari masa tenang mulai Senin (13/02).

HALAMAN SELANJUTNYA >>

Tags: #kepadatan penduduk Jakarta

Leave a reply "Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?"

Must read×

Top