Bagi Seorang Ibu, Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan

Berbagai saat kemudian, ibunya datang sambil mengucapkan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, kalian telah pulang? Telah dari tadi?”

“Hah, bunda dari mana saja. Saya ini lapar, mau makan tidak ada makanan di meja makan. Sewajibnya kalau bunda mau keluar itu masak dulu…” kata si anak dengan suara sangat lantang.

Sang bunda mencoba membahas sambil memegang tangananaknya, “Begini sayang, kalian jangan marah dulu. Bunda tadi keluar bukan untuk urusan yang tidak penting, kalian belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal?”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa – apa kan, Bu?” sang anaksedikit kaget, nada suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dirinya meninggal saat melahirkan anaknya. Kalian juga wajib tahu nak, seorang bunda itu bertaruh nyawa saat melahirkan anaknya,” bunda memberbagi penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia bertanya pada ibunya, “Itu artinya, bunda saat melahirkanku juga begitu? Ibujuga merasakan sakit yang menarik juga?”

“Iya anakku. Saat itu bunda wajib berjuang menahan rasa sakit yang menarik. Tetapi, ada yang lebih sakit daripada sekadar melahirkanmu, nak,” sang bunda menjawab.

“Apa itu, Bu?” sang anak ingin mengerti apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang bunda tidak sanggup menahan air mata yang mengalir dari setiap aspek matanya seraya mengatakan, “Rasa sakit saat bunda melahirkanmu itu tidak seberapa, bila dibandingkan dengan rasa sakit yang bunda rasakan saat dirimu membentak bunda dengan suara lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak.”

Si anak langsung menangis serta memohon ampun atas apa yang telah dilakukan selagi ini pada ibunya

HALAMAN SELANJUTNYA >>

Tags: #Bagi Seorang Ibu Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan

Leave a reply "Bagi Seorang Ibu, Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan"

Must read×

Top