Sebelum Garap Film Wiro Sableng, Vino dan Marsha Timothy Ziarah Ke Makam Bastian Tito

Sebelum Garap Film Wiro Sableng, Vino dan Marsha Timothy Ziarah Ke Makam Bastian Tito

Sebelum Garap Film Wiro Sableng, Vino dan Marsha Timothy Ziarah Ke Makam Bastian Tito!

Sebelum Garap Film Wiro Sableng, Vino dan Marsha Timothy Ziarah Ke Makam Bastian Tito!

Wiro Sableng 212, dimulai dari buku silat berjudul “Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212.”

Buku silat tersebut ditulis oleh almarhum Bastian Tito.

Ayah dari Vino G. Bastian ini mengangkat karakter fiksi seorang pendekar bernama Wiro Sableng sebagai tokoh utama.

Di tahun 2017 ini, Wiro Sableng 212 akan diangkat ke layar lebar dan menjadi salah satu super hero asal Indonesia.

Menjadi salah satu anak dari penulis buku, Vino G. Bastian di dapuk menjadi pemeran film Wiro Sableng yang kabarnya akan rilis pada tahun 2018 mendatang.

BACA JUGA:  Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Sementara istrinya, Marsha Timothy akan bertugas menulis naskah bersama dua rekannya.

Yakni Tumpal Tampubolon dan Seno Gumira Ajidarma.

Sebelum memulai produksi film Wiro sableng 212 ini, ada hal khusus yang dilakukan oleh Vino G. Bastian dan sang istri.

Sosok Aura Kasih di Mata Glenn Fredly

Sosok Aura Kasih di Mata Glenn Fredly

Sosok Aura Kasih di Mata Glenn Fredly

Sosok Aura Kasih di Mata Glenn Fredly

Jakarta Putus nyambung mewarnai hubungan asmara Glenn Fredly dan Aura Kasih. Meski begitu, Glenn tidak menampik sosok Aura yang bisa menempatkan posisinya sebagai artis. Soal cantik, bagi Glenn, itu penilaian yang relatif.

“Dia perempuan yang cerdas untuk bisa menempatkan posisi dia sebagai publik figur sendiri. Dia punya ide-ide yang cemerlang. makanyya gue bilang dia cerdas,” ungkap Glenn Fredly, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Agus, Ahok dan Anies: Bagaimana menangani kepadatan penduduk Jakarta?

Debat terakhir tiga calon gubernur DKI Jakarta, Agus, Ahok dan Anies akan membicarakan tema kependudukan dan salah satu tantangan terbesar adalah kepadat penduduk ibu kota yang ‘semrawut dan macet’.

Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan akan berdebat terkait kependudukan termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pemberantasan narkotika, dan kebijakan untuk penyandang disabilitas.

Pakar kependudukan dari Universitas Indonesia, Sonny Harry Harmadi mengatakan padatnya penduduk Jakarta – yang saat ini mencapai 12.7 juta jiwa pada siang hari- merupakan salah satu tantangan terbesar karena menyangkut meningkatkan risiko kesehatan dan juga kriminalitas.

Sonny menyebut tiga hal kependudukan yang menjadi tantangan utama; migrasi, baik permanen atau yang nonpermanen, kepadatan penduduk, serta transportasi untuk mendukung mobilitas yang tinggi.

Baca juga: Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

‘Semrawut, stres, polusi, sakit, emosi’

“Kepadatan penduduk yang tinggi, ada risiko kesehatan dan penyakit, kriminalitas, kualitas lingkungan, kebutuhan perumahan dan infrastruktur,” kata Sonny kepada BBC Indonesia.

Sementara terkait migrasi atau perpindahan penduduk, Sonny menyebut migrasi yang terus masuk ke ibu kota merupakan salah satu penyebab semakin padatnya Jakarta dan mempengaruhi kualitas hidup penduduk Jakarta.

“Migrasi masuk ke ibu kota terus terjadi karena daya tarik upah yang tinggi, kesempatan pekerjaan dan pendidikan, success story,  tapi migrasi keluar juga tinggi karena biaya hidup terutama lahan yang mahal…migran ngakali harga tanah yang mahal dengan tinggal secara ilegal di permukiman kumuh,” tambahnya.

“Migran yang gagal tak mau pulang karena malu, jadi kriminal.. migrasi itu fenomena wajar, tapi jika masuk lebih besar dari keluar ya tambah padat, kalau padat dan tak teratur ya ada risiko, baik lingkungan maupun sosial, termasuk macet, semrawut, stres, polusi, sakit deh, emosi deh, kualitas hidup rendah.”

Pilkada Jakarta akan diselenggarakan pada Selasa 15 Februari, dengan tiga hari masa tenang mulai Senin (13/02).

Cara Efektif Merawat Wajah di Usia Kepala Tiga

Cara Efektif Merawat Wajah di Usia Kepala Tiga

Cara Efektif Merawat Wajah di Usia Kepala Tiga

Cara Efektif Merawat Wajah di Usia Kepala Tiga

Setiap wanita tentu ingin memiliki kulit sehat dan terawat. Namun, memasuki usia kepala tiga atau 30-an biasanya tanda-tanda penuaan pada wajah akan muncul, sehingga menurunkan rasa percaya diri.

Biasanya penuaan yang tampak terlihat seperti bintik cokelat muda, oranye, pigmentasi, dan garis halus. Karena itu, perawatan rutin harian untuk mencegah penuaan dini pun tidak boleh dikesampingkan.

Menurut ahli kulit, dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK, pada usia 30-an, kulit akan lebih berminyak dan sensitif bila menggunakan produk kosmetik tertentu.

BACA JUGA: 3 Kunci Tampil Keren dan Stylish ala Kendall Jenner

Penuaan yang terjadi biasanya diakibatkan karena ketidakseimbangan hormon. Misalnya, ketika perempuan memasuki masa kehamilan atau menstruasi. Untuk itu, mereka harus rajin melakukan perawatan, seperti menerapkan krim malam dan krim mata pencegah keriput.

“Bertambahnya usia atau memasuki kepala tiga, perawatan kulit haruslah diperhatikan. Mereka bisa menerapkan krim malam untuk meregenerasi kulit saat kulit mereka istirahat dan menerapkan krim di bawah mata untuk cegah keriput,” ujarnya kepada VIVA.co.id.

Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

Ramai-ramai PNS DKI puji sosok Sumarsono contoh pemimpin terbaik

Masa kampanye Pilgub DKI Jakarta segera usai. Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat akan kembali ke jabatannya sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Tiga bulan terakhir, mereka cuti karena mengikuti kampanye Pilgub DKI. Mengisi kekosongan keduanya, ditempatkan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Sumarsono.

Sekembalinya Ahok, sapaan Basuki, dan Djarot ke Balai Kota, maka tugas Sumarsono sebagai plt juga selesai. Dia akan melanjutkan tugasnya di Kemendagri.

Meski tiga bulan memimpin DKI, rupanya sosok Sumarsono punya tempat tersendiri di hati PNS. Selesainya masa tugas Sumarsono, membuat sebagian PNS DKI Jakarta kehilangan.

Sumarsono yang semula diragukan ternyata begitu cekatan. Bahkan, di mata sejumlah pejabat DKI, Sumarsono pemimpin tegas namun tetap bersahabat.

Sebelum masa jabatannya selesai, Sumarsono melakukan kunjungan ke kantor wali kota. Dia ingin memastikan apa yang dilakukannya selama tiga bulan terakhir berjalan dengan baik.

Bertemu dengan Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi,Sumarsono lantas mendapat pujian.

“Intinya kita 3,5 bulan di bawah Sumarsono, ada motivasi kerja yang tinggi, banyak pekerjaan-pekerjaan yang tertunda beliau masuk kita kerjakan bersama sama. Jadi memang membawa semangat kita,” kata Tri.

Tri menambahkan, saat ini banyak masalah yang belum selesai di Ibu Kota. Namun, beberapa di antaranya mampu diselesaikan di bawah kepemimpinan Sumarsono.

“Sementara ini memang banyak masalah belum selesai, tapi di bawah beliau 3,5 bulan banyak masalah yang sudah diselesaikan dan itu Alhamdulillah. Contoh MRT (Mass Rapid Trans) yang waktu itu jadi masalah sekarang sudah selesai,” ujar Tri.

“Mudah mudahan silaturahmi ini tidak terputus karena beliau sudah menjadi Dirjen Otda lagi tapi tidak secara pribadi mungkin juga kita bisa ketemu beliau nanti di kantornya kalau ada hal yang perlu kita sampaikan atau kita tanyakan,” harap Tri.

Rasa kagum pada sosok dan kinerja Sumarsono juga tertuang dalam puisi yang dibacakan Kepala BKD, Agus Suradika. Puisi itu dia sampaikan saat acara deklarasi netralitas PNS DKI jelang pilkada.

Puisi tersebut berjudul ‘Aku Dibikin Malu’ dan dibacakan di hadapan puluhan ribu pegawai pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).

…Sosok ini, begitu banyak pengalamannya,
Dalam penghayatannya, peduli, santun, berani, tanggung jawab, humoris, pandai lobi dan komunikasi serta banyak gagasan briliannya.

APBD tepat waktu,
sebelum ayam berkokok, APBD sudah ketok palu.
OPD baru selesai,
Penempatan pejabat, berjalan mulus..

…Bang Husni Thamrin pahlawan Jakarta
Bung Tomo gagah berani
Walau hanya tiga bulan memimpin Jakarta, Sungguh berkesan kepemimpinan Bang Soni.

Terima kasih Bang Soni, atas tiga bulan kebersamaan yang telah diberikan…

Sesuai jadwal, Sumarsono dan Ahok akan melakukan serah terima jabatan pada Sabtu (11/2). Dalam acara itu, Sumarsono akan menyerahkan buku catatan kinerjanya selama tiga bulan lebih di Balai Kota.

Sumarsono menyebut tugas pokoknya sebagai Plt Gubernur sudah terpenuhi. Meski begitu dia menyesal karena tidak bisa menjaga Ibu Kota sampai hari H pencoblosan Pilgub DKI.

“Lima tugas pokok saya sudah sempurna 90 persen yang kurang 10 persen adalah hari H pilkada. Saya berakhir (masa jabatan) tanggal 11 Februari sehingga tidak mengantarkan di ujung pada saat hari H Pilkada,” kata Sumarsono, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).

Lima tugas pokoknya yang diklaim berhasil dijalankan adalah, pertama, memastikan seluruh pemerintahan DKI Jakarta berjalan baik. Kedua, ketentraman dan ketertiban umum terjaga.

“Ketika persoalan aksi-aksi muncul toh semua terkendali dan tidak ada persoalan keamanan dan kerawanan yang sangat signifikan mengenai Jakarta,” terang Sumarsono.

Tugas ketiga, persiapan pelaksanaan Pilkada DKI sudah 95 persen. Keempat, APBD diselesaikan sebelum 2017. Kelima, melaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai PP 18 tahun 2016. “Amanah sudah saya laksanakan,” tegasnya.

Dia tetap senang karena bisa mengakhiri dan meninggalkan Jakarta dalam kondisi kondusif.

“Seluruh tugas sudah saya laksanakan dengan baik termasuk persiapan Pilkada,” tutup Sumarsono.

Sumber: https://www.merdeka.com/jakarta/ramai-ramai-pns-dki-puji-sosok-sumarsono-contoh-pemimpin-terbaik.html

Pengadilan Banding AS Tetap Tangguhkan Kebijakan Imigrasi Trump

Pengadilan Banding AS Tetap Tangguhkan Kebijakan Imigrasi Trump

Pengadilan Banding AS Tetap Tangguhkan Kebijakan Imigrasi Trump

Pengadilan Banding AS Tetap Tangguhkan Kebijakan Imigrasi Trump

San Francisco – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalami kekalahan hukum untuk memberlakukan kembali kebijakan imigrasinya. Pengadilan banding federal AS menolak banding yang diajukan pemerintahan Trump terkait penangguhan kebijakan itu.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (10/2/2017), tiga hakim pengadilan banding federal AS atau 9th US Circuit Court of Appeals di San Francisco, secara bulat menyatakan pemerintahan Trump gagal membuktikan bahwa kekhawatiran keamanan nasional pantas menjadi pembenaran untuk kebijakan itu.

“Kami beranggapan bahwa pemerintah tidak bisa menunjukkan argumen untuk mendukung permohonan bandingnya, pemerintah juga gagal memberikan argumen bahwa penangguhan itu menyebabkan bahaya yang tidak dapat diperbaiki,” demikian putusan tiga hakim pengadilan banding federal AS setebal 29 halaman, yang dijatuhkan Kamis (9/2) waktu setempat.

Putusan banding ini terkait dengan putusan hakim federal di Washington, pekan lalu, yang menangguhkan kebijakan Trump untuk sementara secara nasional. Atau dengan kata lain, putusan banding ini memperkuat putusan hakim federal James Robart di Washington.

Dalam gugatan di Washington, otoritas dua negara bagian, yakni Washington dan Minnesota, menantang kebijakan Trump dengan argumen kebijakan itu melanggar Konsitusi AS yang mengatur perlindungan dari diskriminasi agama.

3 Kunci Tampil Keren dan Stylish ala Kendall Jenner

3 Kunci Tampil Keren dan Stylish ala Kendall Jenner

 

3 Kunci Tampil Keren dan Stylish ala Kendall Jenner

3 Kunci Tampil Keren dan Stylish ala Kendall Jenner

Kendall Jenner memiliki signature style yang keren dan menginspirasi para pecinta fashion dunia. Maka tak heran, ia selalu jadi sorotan para penggemarnya saat ia tampil di depan publik. Busana yang dikenakan olehnya pun selalu tampak pas dan sah-sah saja. Sebenarnya, apa saja formula busana yang dipakai oleh supermodel cantik ini sehari-hari?

Dalam situs pribadinya, Kendall Jenner berbagi kunci tampil keren dan stylish. Walaupun sebenarnya tak mudah untuk tampil keren layaknya supermodel. Dengan 3 kunci busana yaitu jaket vintage, T-shirt dan legging Anda akan bisa tampil seperti Kendall Jenner.

Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, Pria Ini Akhirnya Bertemu Idolanya di Kantor BNN

Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, Pria Ini Akhirnya Bertemu Idolanya di Kantor BNN

Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, Pria Ini Akhirnya Bertemu Idolanya di Kantor BNN

Jalan Kaki dari Jepara ke Jakarta, Pria Ini Akhirnya Bertemu Idolanya di Kantor BNN

Agus Suwarno tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat bertemu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Bukan perjalanan mudah bagi Agus untuk bertemu mantan Kabareskrim Mabes Polri tersebut.

Agus hanya berjalan kaki dari rumahnya di Desa Dukuh Randu Sari, Jepara, Jawa Tengah, untuk sampai ke Jakarta.

Hal itu ia lakukan untuk mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia, dan menyosialisasikan bahaya narkoba di masyararakat.

“Ini saya lakukan demi mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia, dan kalau bisa di ASEAN,” ujar pria berumur 69 tahun tersebut, setibanya di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Mengenakan topi caping dan baju seadanya, serta membawa spanduk yang dikalungkan di badannya, Agus mengaku perjalanannya ke Jakarta, tak mudah.

Perjalanan selama 18 hari yang dia lakukan sejak 23 Januari 2017 lalu itu, bukan tanpa halangan.

Beberapa orang yang melihat menyuruhnya untuk balik ke Jepara, atau memberi tumpangan.

Bahkan, Agus justru ditawari Rp 10 juta saat sampai di Brebes, oleh seseorang yang seketika turun dari mobil berpelat Jakarta, dan memintanya segera kembali dan tidak melanjutkan perjalanan.

“Saya katakan, saya tidak mau. Saya tetap akan ke Jakarta bertemu Pak Buwas dan mau mengampanyekan anti-narkoba di Indonesia,” kata pria yang juga pernah berkampanye anti-narkoba di pertengahan tahun 2000 lalu di Surabaya, juga dengan berjalan kaki.

Keinginannya bertemu Budi Waseso akhirnya terkabul. Agus langsung menyalami idolanya tersebut di kantor yang berada di kawasan Cawang, Jakarta Timur itu.

“Terima kasih, alhamdulillah sudah dipertemukan dengan Pak Buwas. Anda idola saya,” ucap Agus.

Mendengar hal itu, Budi Waseso juga mengatakan bahwa Agus Suwarno merupakan idolanya, karena berhasil sampai ke Jakarta untuk mengampanyekan anti-narkoba.

Must read×

Top