Salut Buat Aiptu Sunaryanto Polisi Ini Harus Bertindak Akurat di Antara Hidup dan Mati

9026-salut-buat-aiptu-sunaryanto

Kasus penodongan dan penyanderaan di angkot KWK T25 jurusan Rawamangun-Pulogebang, Minggu (9/4/2017) di Buaran, Jakarta Timur, benar-benar seperti drama dalam film.

Apalagi, pelaku pnodongan, Hermawan (28), cukup nekat.

Selain itu, yang disandera adalah seorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang masih balita.

Hermawan tak mau melepaskan sedikit pun Ibu Risma yang menjadi sanderanya, juga anak Risma, Dafa Ibnu Hafiz.

Bahkan, Hermawan sempat menekan pisau lebih keras ke leher Risma.

Drama makin menegangkan itu terjadi, setelah salah satu penumpang, Isnawati, berhasil lolos dan keluar dari angkot.

Isnawati sempat menyerahkan handphone, tapi rupanya Hermawan belum puas dan masih memina dompetnya.

“Udah lu jangan banyak omong, kata dia gitu. Saya sahutin, lu mau ambil barang gua semua ya udah bunuh gua sekalian, bunuh aja, bunuh gua’,” tantang Isnawati.

Isnawati lalu berteriak meminta tolong dan penodong panik, hingga akhirnya Isnawati berhasil meloloskan diri.

Namun tidak dengan Risma dan anaknya. Mereka justru menjadi senjata Hermawan untuk memaksa agar massa yang datang saat itu tidak menangkapnya.

Dalam kondisi seperti itu, datanglah polisi lalu-lintas, Aiptu Sunaryanto.

Ia mencoba bernegosiasi, tapi keadaan tidak serta merta membaik.

Justru sebaliknya, Hermawan semakin kalap dan terus menodongkan pisau ke leher Risma.

Risma hanya bisa terdiam dan ketakutan, sambil memeluk putranya.

Sunaryanto mencoba menenangkan pelaku agar tidak melukai korban, namun dibalas dengan cacian.

“Polisi t** lu,” maki Hermawan.

HALAMAN SELANJUTNYA >>

Tags: #Salut Buat Aiptu Sunaryanto Polisi Ini Harus Bertindak Akurat di Antara Hidup dan Mati

Leave a reply "Salut Buat Aiptu Sunaryanto Polisi Ini Harus Bertindak Akurat di Antara Hidup dan Mati"

Must read×

Top